Kentut dan Global Warming

•13 April 2008 • 14 Comments

kentutKentut? Apa yang terpikir oleh anda ketika mendengar kata yang satu ini? Hmm… tentunya tak lain dan tak bukan adalah BUNYI dan BAU nya yang begitu khas! Namun, pernahkan anda terpikir sesuatu yang lain ketika mendengar kata “kentut”?? Sesuatu yang saat ini sedang ramai dibicarakan dunia-yang dapat mengancam manusia bila tidak segera diantisipasi-global warming!

Mungkin anda akan mengernyitkan dahi karena heran dan berpikir:

“emang sih kentut anget-anget gitu, tapi apa sampe nyebabin global warming??”

Pada mulanya, hal ini pun tak terpikirkan oleh saya. Namun, suatu ketika saat saya sedang browsing

di internet, saya menemukan fakta-fakta menarik tentang kentut:

  1. Rata-rata 0,5 liter kentut terlepas setiap harinya dari tubuh manusia
  2. Kentut terdiri dari berbagai macam gas dengan komposisi : 59 % nitrogen, 21% hidrogen, 9 % karbon dioksida, 7 % metana dan 4 % oksigen. Sebenarnya masih ada lagi senyawa-senyawa lain seperti hidrogen sulfida tetapi jumlahnya sangat sedikit

Setelah membaca fakta-fakta tersebut, apakah anda mulai menemukan korelasi kentut dan global warming? Jika belum, mungkin anda perlu lebih sering membaca koran, menonton berita di televisi, ataupun browsing di internet! Karbondioksida dan metana adalah gas-gas penyebab efek rumah kaca-suatu fenomena yang berkontribusi menyebabkan global warming. Jadi korelasinya adalah:

kentut dapat menyebabkan global warming Continue reading ‘Kentut dan Global Warming’

Cinta Laura dan Kalimat Sensasionalnya

•8 April 2008 • 7 Comments

mana ujan, bechek, ga ada owjeg…”

cinta laura

Tentunya kalimat super sensasional ini sudah sangat melekat di telinga anda. Bayangkan saja, hanya dengan mengucapkan kalimat tersebut, Cinta Laura Khiel atau lebih dikenal dengan Chincha Laura, bisa meraup keuntungan hingga miliaran rupiah! Chincha, begitu dara kelahiran Jerman 17 Agustus 1945 eh 1993 ini biasa disapa, meraup keuntungan tersebut melalui penjualan RBT atau Ring Back Tone yang kabarnya laku keras di pasaran! Whauuw…

Hmm… membingungkan memang, tidak masuk di akal sehat kita, apa yang sebenarnya ada di balik kalimat “mana ujan, bechek, ga ada owjeg” tersebut? Bagaimana kalimat ini bisa mengubah trend berbahasa di Indonesia? Well… mungkin penjelasan berikut bisa memberi sedikit titik terang tentang jawaban pertanyaan tersebut.
Continue reading ‘Cinta Laura dan Kalimat Sensasionalnya’