Cinta Laura dan Kalimat Sensasionalnya

mana ujan, bechek, ga ada owjeg…”

cinta laura

Tentunya kalimat super sensasional ini sudah sangat melekat di telinga anda. Bayangkan saja, hanya dengan mengucapkan kalimat tersebut, Cinta Laura Khiel atau lebih dikenal dengan Chincha Laura, bisa meraup keuntungan hingga miliaran rupiah! Chincha, begitu dara kelahiran Jerman 17 Agustus 1945 eh 1993 ini biasa disapa, meraup keuntungan tersebut melalui penjualan RBT atau Ring Back Tone yang kabarnya laku keras di pasaran! Whauuw…

Hmm… membingungkan memang, tidak masuk di akal sehat kita, apa yang sebenarnya ada di balik kalimat “mana ujan, bechek, ga ada owjeg” tersebut? Bagaimana kalimat ini bisa mengubah trend berbahasa di Indonesia? Well… mungkin penjelasan berikut bisa memberi sedikit titik terang tentang jawaban pertanyaan tersebut.

  1. Kalimat “mana ujan, bechek, ga ada owjeg” memiliki jalinan rima yang indah. Cobalah anda sebutkan kata bechek dan ojeg berulang-ulang seperti berikut : bechek-owjeg-bechek-owjeg-bechek-… terus hingga ratusan kali, percaya atau tidak, anda akan merasakan sensasi dari jalinan rima tersebut!
  2. Mendeskripsikan suatu keadaan yang… hmm… yang… “arrgghhhh” membuat emosi anda bergejolak. Mungkin bagi orang yang kurang ekspresif, cara ini akan mempermudah anda mendapatkan feel nya.

Mula-mula, pejamkan mata anda… kendurkan otot-otot anda… cobalah untuk tetap rileks. Saat ini, anda berencana untuk menemui seseorang, mungkin atasan anda, dosen, pacharr..ups maksud saya pacar, teman, terserah anda. Pertemuan ini begitu penting, bahkan penting sekali, akan menjadi penyesalan seumur hidup jika anda melewatkannya. Anda pun bergegas pergi. Namun, ketika anda sampai di pagar rumah anda… kilapan cahaya menyilaukan menerpa anda dan…

“blarrrr!!!!!”

gemuruh petir menggema begitu kenchuangg! dan sesaat kemudian hujan pun turun dengan derasnya… anda pun terkejut, “huh, ujan!”, sambil menggerutu, anda pun membuka payung dan berlari beberapa meter dari rumah anda menuju pos siskamling. Namun, beberapa langkah sebelum sampai di pos siskamling…

“cratttt!”

anda merasakan sesuatu di kaki anda. Anda pun menoleh ke bawah penuh penasaran tentang apa gerangan yang terjadi. Dan OMG! betapa terkejutnya anda melihat cairan kental berwarna coklat kekuningan membasahi celana anda…

“huh, becekk!!”

Namun, anda belum menyerah, anda pun kembali berlari menempuh sisa langkah menuju pos siskamling tersebut dan… sampai!

Anda terduduk letih di pos siskamling tersebut sambil berusaha mengumpulkan tenaga yang tersisa. Anda kemudian berdiri dan menoleh ke papan bertuliskan “10 meter menuju pangkalan ojeg” sambil tersenyum lebar penuh harap. Di benak anda sudah terbayang pertemuan yang anda rencanankan tersebut, hah… anda bernapas lega dan meneruskan langkah, 10 meter… 9 meter… 8 meter… tiba-tiba, langkah anda terhenti, mulut anda ternganga lebar, betapa terkejutnya anda! Pangkalan ojeg tersebut ternyata… kosong!! Seketika, emosi anda memuncak, sambil melempar payung dan membiarkan tubuh anda diterpa hujan, anda berteriak menggelegar penuh marah:

“mana ujan, becekk, ga ada ojeg!!!”

Begitulah ilustrasi singkat yang mungkin bisa membantu anda memahami gejolak emosi yang terkandung dalam kalimat “mana ujan, becek, ga ada ojeg”

Setelah anda menelaah 2 point di atas, mungkin rasa kagum akan memenuhi batin anda. Bagaimana mungkin kalimat sesensasional itu bisa keluar dari mulut seorang Cinta Laura Kiehl yang masih berusia 14 tahun! Luar biasa memang efek dari kalimat “ujan, becek, ga ada ojeg” ini. Hampir di semua kalangan, bahkan artis, begitu terpengaruh akan kesensasionalannya. Mungkinkah suatu saat nanti pengaruh dari kalimat ini bisa merambah dunia pejabat? politikus? Tidak ada yang tahu pasti.

~ by wahyuhidayat on 8 April 2008.

7 Responses to “Cinta Laura dan Kalimat Sensasionalnya”

  1. manusia sakit jiwa.

    ungkapan di atas terlontarkan dengan emosi jiwa yang penuh warna.

    bukannya lu jijik ya ama si chincha? jijik ama nge-fans beda tipis lho.. hahahaha..

    udah ujjannn, bechekk, ga ada owjegg… udah ujjannn, bechekk, ga ada owjegg… udah ujjannn, bechekk, ga ada owjegg…

    ih.. kerasa banget deh rimanya..

  2. Kerasa kan?? Tuh gw dah bilang, apalagi kalo ampe ratusan makin kerasa bel… ketololannya, hahahahaha…

    Lalu, yang point 2 udah lu coba belum?

  3. najisssss… wahyu sampah!! tingkat kenggapentingan pos lo 55 juta woy!! hakhakhakhakhakhak..

    bilangnya aja jijik y yu, ternyata ngefans berat!! hahahhahahahahhahaha klo gw kecipratan becekan gt kok yang terlontar malah kata-kata kotor ya? hhaha kepanjangan tau klo harus ngomong ‘mana ujan, becek. ngga ada ojek’!! Yaaaaah, mw ngeluh aja panjang banget!! hehehehheheeh

  4. lah lah yu yu…
    kok bisa-bisanya sejeli itu… tapi ada yang lebih gila lagi koq.. dia meneliti lagu anak-anak indonesia zaman dulu kayak balonku, delman, dll. terus dicari kesalahan2 di liriknya…
    ya di atas langit ada langit,
    di atas orang gila ada orang gila.
    Btw sayangku, hati-hati ya ucapan dia itu sudah di hak paten lho.. nanti kamyu di sue… ^_^

  5. Kan emang iya tih, batas antara jijik dan ngefans tuh tipis, hahahahaha… makanya tih, cobain deh cara gw, becek-ojeg-becek-ojeg… kalo lu udah mendalami maknanya pasti kebiasaan sehari2 lu bakal berubah… kalo kena becekan ntar ngomong “bechekk!”

  6. hah? emang siapa gt yang meneliti lagu anak2 indonesia jaman dulu? hahahaha… iya gt udah ada hak patennya?? ga penting banget sihh… gw kan gak jelek2in dia, gw cuma memberi sedikit ulasan knp “ujan, becek, ga ada ojeg” bisa disukai banyak orang, hehehe…

  7. Hahaahahahaaa..

    jijik gila postingan lo yu….
    Gileee..smua imajinasi lo dikerahkan untukmengarang cerita ttg “mana ujan, bechek, ga ada ojek” nya dek Chincha… Ohhh… Keliatan bgt deh seberapa ngefans-nya lo ama dya!!!hahahahahahaaaa…..

Leave a Reply